Solusi Masalah Keluarga

INTERNET CASH MACHINE

BAGI ANDA YANG MAU MENCOBA BISNIS BARU DI INTERNET... TIDAK ADA RUGINYA UNTUK MENCOBA... KLIK LINK DIBAWAH INI...

http://www.formulabisnis.com/?id=rogerpanurata

SELAMAT MENCOBA... SEMOGA SUKSES...
MEMANG BELUM BANYAK, TAPI SAYA SUDAH MERASAKAN HASILNYA...

CARA MENDAPATKAN UANG VIA INTERNET

Jual Beli Liberty Reserve, Web Money & C-Gold. Exchanger Online Terpercaya...

Friday, April 10, 2009

Belajar Ilmu Manajemen Part I

1. Manajemen Strategi

Beberapa sumber mengatakan bahwa manajemen strategi merupakan keputusan manajerial dan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada penetapan kinerja jangka panjang organisasi. Meliputi analisa lingkungan internal dan eksternal, termasuk perumusan visi dan misi serta tujuan organisasi guna menghadapi lingkungan tersebut.

Bisa dikatakan proses manajemen strategi meliputi tiga tahapan berikut:

1) Tahap formulasi strategi: yaitu pembuatan pernyataan visi, misi serta tujuan.

2) Tahap implementasi strategi: yaitu proses penterjemahan strategi ke dalam tindakan-tindakan

3) Tahap evaluasi strategi: yaitu proses evaluasi pencapaian tujuan implementasi strategi.

2. Hierarki Manajemen Strategi

Terdapat dua hierarki dalam proses manajemen Strategi yaitu:

a) Hierarki Tujuan

b) Hierarki Strategi

Hierarki strategi memiliki tiga komponen:

a) Strategi Korporasi,

b) Strategi Bisnis, dan

c) Strategi Fungsional.

Organisasi bisnis dibedakan dalam dua kategori yaitu:

+ Strategic Business Unit (SBU), merupakan kelompok organisasi yang menjual satu produk/sedikit produk atau disebut dengan industri tunggal.

+ Multiple Stretegic Business Unit (Multiple-SBU), merupakan kelompok organisasi yang memiliki banyak produk dalam banyak industri melalui beberapa unit usaha.

3. Visi, Misi & Tujuan

Setiap organisasi pasti mempunyai alasan & tujuan khusus untuk keberadaannya. Hal tersebut harus dicerminkan dalam visi dan misi. Pernyataan visi yang baik mengungkapkan pelanggan, produk atau jasa, teknologi, pasar, pemikiran untuk bertahan hidup (pertumbuhan dan keuntungan), pemikiran untuk karyawan, pemikiran untuk citra publik/masyarakat, dan konsep perusahaan. Terdapat delapan karakteristik dasar yang berfungsi sebagai kerangka kerja praktis untuk mengevaluasi dan menuliskan pernyataan misi:

1) Analisis Lingkungan Makro

Analisis lingkungan makro adalah aktivitas memonitor dan mengevaluasi lingkungan eksternal dan internal organisasi kepada bagian-bagian penting yang ada dalam perusahaan. Lingkungan eksternal dibedakan atas lingkungan makro dan lingkungan industri. Untuk menganalisis lingkungan tersebut menggunakan metode SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities and Threaty).

Strength & Weaknesses untuk analisa lingkungan internal.

Opportunities & Threats untuk analisa lingkungan eksternal.

Lingkungan makro merupakan lingkungan yang secara tidak langsung mempengaruhi keputusan-keputusan Strategik perusahaan dalam jangka panjang dan bersifat uncontrollable. Secara umum lingkungan makro dikategorikan menjadi empat, yaitu:

1) Ekonomi

2) Teknologi

3) Politik-Hukum, dan

4) Sosial Budaya.

2) Analisis Lingkungan Industri

Analisa industri adalah analisa terhadap kelompok yang terkait (rekanan/stake holder) seperti Supllier, Client, Competitor dan pendatang baru. Perusahaan harus melakukan penilaian secara hati-hati terhadap tekanan-tekanan dari pendatang baru, pesaing, pemasok, pelanggan, substitusi maupun kekuatan relatif dari stake holder. Karena semakin besar kekuatan dari tiap-tiap elemen tersebut maka kemampuan perusahaan untuk meningkatkan harga atau laba semakin terbatas.

3) Analisis Lingkungan Internal

Dalam perumusan strategi sebuah perusahaan perlu melakukan identifikasi dan evaluasi atas lingkungan bisnis perusahaan. Dari hasil identifikasi dan evaluasi tersebut diharapkan dapat diketahui profil keunggulan strategis perusahaan (strategic- advantage profile) yang dimiliki. Sehingga perusahaan dapat mengantisipasi peluang bisnis dan menyikapi ancaman bisnis yang ada dengan cepat.

4) Strategi Integrasi Vertikal

Strategi integrasi vertikal (vertical integration strategic) merupakan strategi yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok dan atau para pesaing baik melalui merjer, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri. Strategi integrasi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1) Integrasi ke depan (Forward Integration) merupakan strategi untuk memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer,

2) Integrasi ke belakang (Backward Integration) merupakan strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok, dan 3) Integrasi horisontal (Horizontal Integration) merupakan strategi untuk mengendalikan para pesaing.

Perusahan tertarik melakukan integrasi vertikal didasarkan atas alasan:

1) Dapat menciptakan “barrier to entry” bagi pendatang baru,

2) Memberikan fasilitas investasi,

3) Menjaga kualitas produk, dan

4) Memperbaiki Schedule.

Kelemahan stategi integrasi vertikal antara lain:

1) Kelemahan dalam hal biaya,

2) Teknologi, dan

3) Adanya permintaan berfluktuasi.

5) Strategi Diversifikasi

Strategi diversifikasi merupakan pendekatan utama strategi pada level korporasi. Tingkatan (level) strategi diversifikasi dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:

1) Tingkat diversifikasi rendah (Single business dan Dominant business),

2) Tingkat diversifikasi menengah (Related constrained dan Related linked), dan 3) Tingkat diversifikasi tinggi (Unrelated).

Selain itu juga dikenal dengan istilah diversifikasi related (diversifikasi konsentris) dan diversifikasi unrelated (diversifikasi konglomerat dan diversifikasi horisontal).

Perusahaan mengimplementasikan strategi diversifikasi, dilandasi alasan dan motif untuk mempertahankan keunggulan strategis, insentif dan sumber daya, serta motif manajerial. Di samping itu juga dorongan dar lingkungan internal (kinerja yang rendah, ketidakpastian aliran kas mendatang, dan semua pengurangan resiko) dan lingkungan eksternal (peraturan pemerintah, ketentuan pajak, atau aturan-aturan yang baru).

6) Merjer dan Akuisisi

Akuisisi dan merjer memiliki peranan penting dalam perusahaan. Latar belakang perusahaan melakukan akuisisi adalah untuk meningkatkan kekuatan pasar, mendapatkan “barrier to entry”, meningkatkan kecepatan memasuki pasar, meningkatkan diversifikasi, dan menghindari persaingan yang berlebihan.

Masalah-masalah yang dihadapi untuk mencapai keberhasilan akuisisi antara lain adalah:

1) kesulitan integrasi,

2) evaluasi target kurang,

3) hutang luar biasa yang terlalu besar,

4) ketidakmampuan mencapai sinergi,

5) terlalu banyak diversifikasi, dan

6) manajer terlalu berfokus pada akuisisi.

Untuk itu maka diperlukan adanya akuisisi yang efektif.

7) Strategi Level Bisnis

Untuk dapat mencapai keunggulan bersaing, perusahaan harus melakukan evaluasi lingkungan eksternal, guna mengidentifikasikan peluang, ancaman, dan kemampuan sumber daya internal untuk menentukan kompetensi inti dan strategi yang akan diimplementasikannya, yang disebut dengan strategi level bisnis. Tipe strategi pada level bisnis ini disebut dengan strategi generik, yang tediri dari :

1) Cost Leadership (Keunggulan Biaya),

2) Differentiation (Diferensiasi),

3) Focused Low Cost (Fokus pada Biaya Rendah, dan

4) Focused Differentiation (Fokus pada Diferensiasi)

8) Strategi Level Fungsional

Penjabaran strategi pada level fungsional memegang peranan yang sangat menentukan atas berhasil tidaknya sasaran strategi bisnis yang telah ditetapkan, oleh karenanya diperlukan suatu penjabaran aktivitas yang sedetil mungkin atas strategi bisnis yang telah dicanangkan. Penjabaran tersebut selain memudahkan kontrol dari manajer juga memudahkan bagian pelaksana untuk mengimplementasikan.

Pada tingkatan strategi fungsional yang cukup strategis adalah:

  1. Fungsi produksi dan operasi yang meliputi
    1. Fasilitas dan peralatan.
    2. Sumber bahan baku
    3. Perencanaan dan pengendalian produksi.
  2. Fungsi pemasaran yang meliputi
    1. Produk
    2. Harga
    3. Distribusi
    4. Promosi
  3. Fungsi keuangan yang meliputi
    1. Kebutuhan modal
    2. Alokasi modal
    3. Manajemen dividen dan modal kerja.
  4. Fungsi Sumber daya manusia yang meliputi
    1. Proses rekrutmen dan orientasi
    2. Pengembangan karir dan pelatihan.
    3. Kompensasi
    4. Evaluasi, disiplin dan pengendalian.

4. Analisis SWOT

Analisa SWOT merupakan alat yang membantu manejer menentukan dan mengembangkan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan. Namun yang perlu diperhatikan bahwa tujuan dalam menentukan strategi yang digunakan dari hasil SWOT adalah pada dasarnya menghasilkan strategi alternatif yang layak, bukan untuk memilih atau menetapkan strategi yang terbaik. Sehingga seorang manejer dapat menilai bahwa tidak semua strategi dalam SWOT dipilih untuk dikembangkan.

5. Proses Pemilihan Strategi

Sarana dan konsep perumusan strategi digambarkan melalui kerangka yang terdiri dari tiga tahap. Sarana-sarana seperti matrik SWOT, SPACE, BCG, dan Multi faktor serta Perencanaan strategi kuantitatif yang merupakan sarana-sarana yang digunakan untuk melakukan pemilihan strategi yang sangat membantu pengambil keputusan.

6. Analisis Lain Dalam Pemilihan Strategi

Perilaku individu-individu yang ada dalam organisasi, aspek budaya dan politik dalam pemilihan strategi sangat penting untuk diperhatikan dan di manajemeni. Ketidak selarasan budaya dengan strategi akan berdampak negatif dalam implementasi strategi. Demikian juga halnya dengan politik, politik dalam organisasi kalau tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada kinerja organisasi.

Pengaruh dari semakin aktifnya Board of Directors dalam analisa lingkungan dan penyusunan strategi mempunyai dampak positif pada kinerja organisasi.

7. Pertumbuhan dan Struktur Organisasi

Tahap implementasi strategi memerlukan pertimbangan dalam penyusunan struktur organisasi, karena keselarasan struktur dengan strategi merupakan satu hal yang penting untuk tercapainya implementasi strategi. Pertumbuhan organisasi terjadi kala skala organiasi berkembang. Pertumbuhan yang terjadi bisa vertikal dan bisa juga horizontal.

Pertumbuhan organisasi menghasilkan berbagai bentuk struktur organisasi seperti struktur fungsional, divisional produk, divisional geografis, organisasi unit bisnis, organisasi matrik dan struktur organiasi horizontal. Masing masing struktur tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing.

8. Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

Kepemimpinan strategis berkenaan dengan penentuan arah perusahaan dengan mengembangkan dan mengkomunikasikan visi kedepan serta memotivasi dan menginspirasi para anggota organisasi untuk mengarah pada visi tersebut.

Terdapat tiga elemen yang melekat pada kepemimpinan, yaitu:

- mengajak dan memandu orang untuk mencapai tujuan,

- melibatkan kelompok orang yang diarahkan sehingga terdapat interaksi antar personal, dan

- merupakan penggerak yang dapat memberikan arti atau nilai yang lebih bagi bawahannya.

No comments:

Post a Comment

SOUNDRENALIN

Get More Songs & Codes at www.stafaband.info